Nintendo Wii

Nintendo Wii = Revolutionary Breakthrough

Ga percaya? Sama donk dengan saya. Hidup saya sudah cukup indah tanpa harus bermain game. Belum lagi rasa malas mengerjakan tantangan game, seperti game adventure buatan Jepang, yang menurut saya menyita waktu banyak. Paling-paling game yang mainkan adalah game yang ringkas dan tidak butuh banyak waktu seperti Minesweeper.

Tapi, begitu suami bawa Wii Remote (wiimote) untuk keperluan riset pekerjaan, rasa penasaran mulai menggelitik saya. Informasi seputar Wii dan game-nya menambah penasaran saya. Akhirnya, pekan kemarin, resmi pula membeli Wii console dan berbonus 10 game.

Euforia akan keberadaan Wii membuat daftar kegiatan kegemaran saya berubah (entah sampai kapan?). Tadinya saya senang menonton siaran tv kabel langganan (yang telah mengubah kegemaran saya nonton film DVD) menjadi tiada hari tanpa main Wii meski hanya sebentar.

Apa sih hebatnya Wii? Menurut saya, Wii mengubah cara bermain yang sudah ada. Dulu kalau lihat teman-teman main Nintendo dan PS, mereka main di depan TV dan pakai controller khusus, yang menurut saya cukup sulit dimainkan. Saya juga tidak berminat main karena selain tidak punya tapi karena memainkan game-nya tidak cukup menarik buat saya. Begitu saya mengenal komputer di akhir SD (masih jaman 286, 386, 486, pokoknya belum Pentium!), saya sudah mulai kenal dengan PC game, seperti PreHistoric, Prince of Persia, FIFA, dan Pool. Tapi, lagi-lagi mainnya di depan layar komputer menggunakan keyboard/mouse/joystick.

Wii game sendiri memainkannya harus di depan layar (TV/monitor) dan memakai Wii Remote (wiimote) dan Nunchuck. Tapi cara memainkan game-nya yang beda. Kalau dulu (misal PS) cukup duduk dan pencet sana sini supaya game-nya bisa jalan. Sekarang, dengan game Wii, ada pergerakan badan supaya bisa main game. At least, pergerakan tangan yang tidak sekedar pencet sana pencet sini.

Saya sering capek memainkan Wii game. Tiap gerakan menghasilkan nilai yang berbeda bahkan untuk game yang sama. Lumayan, ada gerak badan sedikit dengan bermain game. Meskipun saya belum merekomendasikan bermain Wii game untuk pengganti olahraga fitness. Hehe.

Anda tertarik? Baca lebih lanjut tentang Wii langsung dari situsnya : http://www.nintendo.com/wii atau bisa lihat di http://wii.com

Silakan anda cari sendiri di internet seputar Wii.
BTW, saya tidak bermaksud untuk melakukan promosi dan penawaran tentang Wii. Saya bukan penjual Wii. Saya hanya penikmat teknologi Wii. Tantangan buat saya saat ini bukanlah “how to play the Wii game“. Tapi, “how to manage all my time“, supaya bisa ada waktu luang main Wii game di antara kesibukan yang lain. Ada usul?

2 Responses to “Nintendo Wii”


  1. 1 esa 6 June 2008 at 10:29 am

    ada Bu! Sempatkan! hehe..klo saya udah lama ga maen game, kecuali game di komputer yang maennya ga butuh banyak waktu, tenaga dan mikir. Meski klo dibilang suka, klo PS lebih suka yang game rumah, klo tantangan kaya perang, mortal combat dsb, ga terlalu suka soalnya lama.
    Tapi cara maen Wii masih blm ngerti Bu..itu gimana ya? berarti ga pake kabel ya?

    Sekarang, dengan game Wii, ada pergerakan badan supaya bisa main game. At least, pergerakan tangan yang tidak sekedar pencet sana pencet sini


Leave a Reply