8 Agustus kemarin, Papa saya berulang tahun ke-68.
30 Juni kemarin, Papa saya sudah meninggalkan saya selama 11 tahun.
Kangen banget deh sama Papa. Duh, saya sudah lupa-lupa ingat wajah Papa saya. Foto-foto yang saya punyai, sudah rusak terkena rembesan air hujan di rumah. Foto-foto lainnya ada di rumah Jakarta. Jadi, praktis saya tidak punya foto Papa lagi.
Saya terlalu sibuk sampai lupa tanggal, kalaupun tahu tanggal saya lupa tanggal itu adalah hari spesial. Tanggal lahir keponakan-keponakan, teteh-teteh, paman, bahkan Mama, saya lupa! Cuma tanggal 8 Agustus itu yang saya tidak lupa.
Hiks, saya kangen Papa. Papa saya itu pintar, rajin, penyayang, sabar, dan pembelajar sejati. Papa saya yang mengajari saya banyak hal termasuk mengenalkan dunia teknologi komputer. Papa saya pokoknya idola saya! Saya kangen banget sama Papa, siapa lagi yang bisa saya ceritakan begitu banyak episode kehidupan selama 11 tahun ini. Mungkin, daftar ceritanya begini:
- Masuk jurusan IPA SMU
- Hijrah (dulunya, Papa ingin saya hijrah setelah SMU)
- Lulus SMU
- Lulus SPMB diterima di IF ITB (tidak sesuai harapan saya untuk kuliah di FKUI)
- Kuliah di IF ITB
- Jualan donat dan jeli di kampus (masa-masa saya tidak lagi mendapat uang bulanan)
- Lulus kuliah S1
- Kerja (mengajar itu mengasyikkan)
- Wirausaha
- Menikah (tahunnya melenceng jauh dari harapan ingin menikah selepas SMU, hehe)
- Punya anak
- Kuliah S2 di EL ITB
- Punya anak lagi
- Mau lulus S2
- …
Pastinya, di antara itu masih banyak hal yang akan saya bagi. Tapi, rangkaian cerita itu hanya bisa saya sampaikan dalam bentuk doa. Semoga amal ibadah Papa diterima Allah SWT.
At least, di rangkaian doa itu, saya selipkan salam dan rindu untuk Papa. Betapa saya sayang, hormat, berterimakasih, dan rindu teramat sangat dengan Papa saya. Sampai saat ini, saya tidak pernah merasa Papa itu tidak ada. Kenangan teramat indah bersama Papa di 17 tahun kehidupan saya adalah kenangan yang tidak ingin saya ganti atau tukar dengan apapun. Meski, tidak menemani Papa di saat terakhirnya adalah penyesalan terbesar saya. Tapi, sekarang jika melihat kenangan itu, rasanya itulah yang terbaik bagi saya untuk melepas Papa. Papa saya, Dedi Hidayat Yusuf, adalah idola saya sampai kapan pun.
Happy Birthday, Papa, I love you.
Recent Comments