Tadi sore saya sekeluarga berjalan-jalan ke BEC, pusat elektronik terbesar di Bandung. Rencananya, mau jalan-jalan, melihat-lihat barang-barang elektronik baru, dan tentunya beli-beli kebutuhan seperti pulsa, software game, atau bahkan handphone (handphone saya sudah sangat rusak, butuh yang baru). Tapi, pulang dari sana, tangan ini cuma membawa sekotak Chicken Coconut & Fries dari Clemmons, alias bungkusan makanan dari food court BEC. Ke mana barang-barang yang kami mau beli?
Saya terkejut, karena di antara begitu banyak toko, tidak ada satupun toko yang menjual software game. Kalaupun ada, hanya ada satu toko yang buka, di pojok sebelah lift dekat toilet lantai 2 BEC. Kalaupun ada banyak software-nya, tapi setiap beli di situ, pasti ada masalah dengan installer-nya. Lagipula, melihat harga software game yang begitu tinggi, rasanya memang belum sepadan dengan pengeluaran lain yang mestinya saya dahulukan. Akhirnya, saya memilih tidak membeli apa-apa di toko barang bajakan itu.
Turun ke lantai penjualan handphone dan aksesorisnya. Tidak ada satupun model handphone murah (sesuai budget yang cuma di bawah 1 juta rupiah) menurut hati ini bagus dan tepat untuk keperluan saya. Saya tidak menyatakan anti handphone mahal atau menyatakan saya ini adalah fanatik dengan merek tertentu. Tetapi, saya memilih handphone yang memang saya butuhkan. Sementara, saya tidak mau menyesal membeli handphone karena ketergesa-gesaan. Jadi, saya putuskan hanya melihat-lihat model dan harga handphone yang ada di BEC.
Urusan pulsa handphone yang tidak dibeli, murni karena urusan lupa!
Jadi, urusan jalan-jalan, buat saya tidak apa-apa kalau tidak membawa barang sebagai hasil perjalanan. Malah, saya mendapat gambaran tentang teknologi baru yang sudah beredar di BEC. (Membuat saya ingin mengganti PC saya dengan PC baru yang spesifikasinya high-end, maksudnya dengan quad processor) Saya juga tahu, kisaran harga dari produk-produk elektronik yang dijual di BEC. Tuh, siapa bilang kalau window shopping tidak bermanfaat? (Window shopping ini kebiasaan saya dari SMU, yaitu memuaskan hati melihat beragam buku dan aksesoris sekolah yang imut-imut di Gramedia Matraman)
Tapi, kalau urusan jalan-jalan ke tempat lain, harus direncanakan. Jangan sampai habis waktu tapi tidak menghasilkan apa-apa. Apalagi kalau jalan-jalan membawa seluruh anggota keluarga. Kebayang donk, capeknya kalau sudah jalan-jalan tapi tidak ada yang asyik selama perjalanan. Tul, ga?
hihi..seneng ya jalan-jalan bareng keluarga. Jadi pengen. Dah lama ga jalan-jalan sama temen2. Ga nyempetin sih. Sok sibuk. heheh.
Tau ga Teh jalan-jalan yang asyik gimana? Jalan-jalannya pake kaki..ga pake kendaraan, ke lembang misalnya. Atau ke pangalengan. Ke tempat-tempat indah di pinggir kota. Rame geura.
Jd inget, pengen maen arung jeram di daerah Bansung Selatan