Archive for the 'Kesehatan' Category

Go ASI!

Jika kita sering menonton TV, terutama ibu-ibu, pastilah sering melihat iklan susu formula di jeda tontonan. Formulasi dari susu sapi dan susu kedelai itu diklaim baik untuk tumbuh kembang anak. Saya sih tidak terlalu terganggu dengan visualisasi susunya, tapi informasi yang disampaikan dalam iklan itu sangat mengganggu saya. Bukan sekedar mengklaim susu baik untuk tumbunh kembang anak, tapi klaim itu sering dilebih-lebihkan sehingga terkesan susu formula lebih baik dari susu ASI! Saya gemas dan geram, sebagai ibu dari 1 batita dan 1 bayi, karena iklan itu sangat menyesatkan. Iklannya selalu menampilkan anak yang “terlihat” cerdas, aktif, badan padat berisi, memiliki nafsu makan yang baik, dll. Hmm .. iklan itu menampilkan solusi dari segala proses tumbuh kembang anak, yaitu minum susu formula. Duh, berlebihan sekali dan miris rasanya melihat hal itu. Informasi sesat seperti ini akan membuat anak kita yang merupakan calon penerus bangsa menjadi jauh dari ASI.

Saya sendiri, saat ini masih memberikan ASI eksklusif pada Rahma. Alhamdulillah, meski ASI eksklusif, shaum saya baru batal 1 kali. Rahma juga sehat dan perkembangannya baik. Tapi, memberikan ASI pada anak sendiri bukan tanpa tantangan. Ibu mertua saya, seorang guru, menyarankan saya untuk memberikan pisang ke Zahra ketika dia berumur 2 bulan. Sekarang, beliau juga memaksa saya untuk memberikan makanan kepada Rahma karena Rahma sudah senang memasukkan jari-jari tangan ke dalam mulutnya. Alasannya simpel, “ASInya Ummi kurang tuh, kasih Rahma makanan, atuh!” Adik ipar saya, yang belum menikah, malah memperburuk keadaan. Adik ipar bilang kalau temannya punya bayi berumur 5 bulan dan bayinya gemuk. Saya tanyakan apakah bayi temannya diberikan ASI atau susu formula? Kata adik, begitu yakin, ASI. Ibu mertua yang mendengar informasi itu, semakin rajin menyarankan saya untuk sesegera mungkin memberikan makanan ke Rahma. Jika sudah bosan mendengar paksaan, biasanya saya bilang, “Sabar aja, sebentar lagi juga usia Rahma 6 bulan. Pas 6 bulan nanti juga mulai makan.” Alhamdulillah, suami saya sabar dan mempercayakan sekali urusan pemberian ASI eksklusif kepada saya. Dukungan terbaik seperti inilah yang sangat dibutuhkan ibu-ibu pemberi ASI.

Kembali ke informasi salah seputar susu formula.

ASI itu adalah yang terbaik. Susu formula adalah susu sapi atau susu kedelai yang diformulasikan untuk memiliki kandungan menyerupai ASI. Jadi, kandungannya tidak pas seperti kebutuhan bayi. Jadi, saya pikir, selama ibu tidak mengalami masalah atau kesulitan untuk memberikan ASI, janganlah beralih ke susu formula. Karena selain kandungan ASI yang tepat sesuai kebutuhan bayi, tapi juga pemberian ASI memberikan efek bounding antara ibu dan bayinya. Selain itu ada juga kelebihan-kelebihan lainnya.

Jadi, mau gimana kalau melihat iklan, ditawari susu formula, atau disarankan (DSA) untuk pakai susu formula untuk anak? Ya, jawab saja, “Tidak, terima kasih.” Jika ditanya anaknya dikasih susu apa, jawablah dengan bangga, “ASI!”

Untuk link informasi seputar ASI dan kesehatan anak-ibu bisa dilihat di situs Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia.

Imunisasi Yuk

Belakangan sering terlihat iklan layanan masyarakat di TV tentang LILLima Imunisasi dasar Lengkap. Iklannya menurut saya cukup bagus. Plus ada scene di mana sang ibu dan ayah membawa bayi mereka imunisasi di Posyandu, yang dikatakan imunisasi gratis. Iklan yang bagus, informasinya bagus.

Saya jadi diingatkan untuk kontrol dan imunisasi Rahma. Jadwal imunisasinya bergeser karena pernah terlambat dari jadwal imunisasi. Tapi, jadwal imunisasinya juga berubah karena pindah-pindah DSA. Hmm .. bukan contoh yang baik. “Maafin Ummi ya, Nak.”

Anyway, untuk yang perlu jadwal imunisasi bisa diambil di sini.